Who's Lisa?

Sunday, March 20, 2011

Ulet Bulu Rusuh



klarifikasi-_- tanggal yang bener 18 maret 2011. video asli 3:02 tapi ada beberapa yang gue cut karena ada "umpatan kasar" makasiiih :)

Saturday, March 19, 2011

Bapak-bapak sombong!

Sabtu, 19 maret 2011. Gue berangkat ke TI bareng dita, meidha, angga, julio, amel. Sebelumnya kita ketemuan di sekolah. Dari sekolah kita naik angkot 61. Sebelum naik angkot si julio cerita ada bapak-bapak curcol tentang anaknya yang jago basket sampe menang-menang mulu gitu deh. Eh pas naik angkot 61, ternyata bapak itu satu angkot sama kita. Petama bapak itu nanya julio sekolah dimana. Julio jawab lah di 34. Terus bapaknya diem.

 "sayang olahraganya ga bagus. Anak saya di sma X" kata bapak itu. Well, masih bagus sekolah kita deh pokoknya. "padahal banyak beasiswa dari olahraga. Bisa masuk ugm, lumayan kuliah kan mahal"
terus bapak itu liatin gue dan meidha yang make kerudung.
"apalagi yang muslim-muslim kyk gini, yah paling mtq doang"
oke gue mulai panas.
"tapi kan dari prestasi sekolah juga bisa pak, olimpiade2 mata pelajaran" kata gue ga mau kalah.
"iya sih. Kata anak saya matematika itu matimatian" masih berjuang itu bapak. gue tambah sewot
"anak lu aja yang goblok(dalam hati-_-)" gue tarik napas, "tapi kan kita sekolah di 34 pak, berarti secara akademis kita BERKUALITAS!!!"

gue buang muka dan ga mau dengerin tuh bapak-bapak sialan yang banggain anaknya karena jago basket dan ngermehin gue dan kawan-kawan. Lalu bapak itu turun. Woooo! Ngeselin banget. Yang berprestasi anak lu kan bukan lu? Gue sih oke-oke aja kalo lo ga menghina muslim pake kerudung ga bisa berprestasi! Mungkin gue bisa ngefans sama anak lu kalo lo ga sombong dan menghina gue dkk! Liat aja 10 tahun lagi gue jadi apa! Liat nanti siapa yang berhasil! Bapak-bapak sombong, jari tengah buat lo!

Wednesday, March 9, 2011

Something

I have something to share. Something which makes me fly and down in the same time. Something is my new friends :) I don't know why but when I with them, I feel comfort and happy. Yeah, Im happy :) something that I've lost in long time. And now, I get it back. So many times we past in laugh, smile, tell story etc. We never stop to talk and talk and talk. They are the reason why I excited go to school. Why I feel monday is the best day ever, when the days off are over and the school's days are coming. Oke mungkin itu lebay. Tetep aja gue sebel sama hari senin hahaha. Butttt I do love them :) :) with all my heart. Really, I do! Ups, I've never said theirs name. They are Rendra, Miranti and Ivan (will be better if we call him BIBIR lol). I know sometimes they got me angry, because they always talked when the teacher were speaking. And lazy! Lazy to do homework. Dan itu menularrrrr! Pas ulangan gue jadi males belajar, jadi nilai gue pas-pasan sedangkan nilai mereka bagus. Sialan kan? That's why I said they make me fly and down in same time. Enough for now, I'll tell you more about them in the next post. See ya :)

Tuesday, February 1, 2011

BEST

Wanna share the best moment in my life. Sebenernya sederhana sih, tapi gimana ya... gitu deh haha. Gue ngepost ini bukan dengan tujuan macem-macem loh, gue cuma mau cerita aja. Kan kita harus menyimpan kenangan bagus dan yang jelek buang aja hahahaha. Jadi the best moment gue adalah ngobrol sepanjang jalan ke rumah gue di motor sama orang yang gue sayang suka. Sederhana kan? hahaha bukan kissing atau pegangan tangan atau pelukan atau apalah yang ada dikipiran lo. Cuma ngobrol. That's all. Ya Tuhan, jujur sampe sekarang gue masih suka senyum-senyum kalo inget itu ahahaha. Tapi kalo inget yang jelek-jelek, masyaallah deh-_- Intinya satu hal, gue orang yang cuek. Ga peduli lo mau gimana, asal lo baik ke gue gue juga akan baik. Hal sederhana bisa bikin gue bahagia sampai ngelupain semua kejelekan lo haha #AntiKlimaks

Wednesday, January 26, 2011

Fair?

Boy : It's over.
Girl : Why?
Boy : I found someone better.
Girl : I did too. But I closed my eyes just to stay with you.

Thursday, January 6, 2011

The Horse and His Boy

Kuda dan Anak Manusia, itu bahasa Indonesiannya. The Horse and His Boy adalah salah satu karya C.S Lewis yang dicetak pada tahun 1954, lama banget ya. Sebelum bokap gue lahir bukunya udah ada. Tapi bukan itu yang mau gue bahas di post ini, The Horse and His Boy adalah buku favorite gue dari semua 7 buku The Chronicles of Narnia. Ceritanya tentang Shasta (yang ternyata adalah Pangeran Cor dari Archenland), Aravis (Putri dari Carlomen) , Bree dan Hwin (Kuda yang Bisa Berbicara dari Narnia). Mereka berempat melarikan diri dari Negeri Selatan menuju Negeri Utara. 



Diawal cerita, Shasta diceritakan sebagai anak nelayan yang hidupnya menderita di Negeri Selatan. Lalu suatu malam ia mendengar pembicaraan ayahnya dengan seorang bangsawan. Ia mendengar ternyata dirinya bukanlah anak Negeri Selatan seperti ia duga. Shasta adalah anak Negeri Utara (di utara terdapat Narnia dan Archenland, negeri baik yang tak mengenal perbudakan). Ayah Shasta hendak menjual Shasta kepada bangsawan untuk dijadikan seorang budak. Mendengar semua itu Shasta menghampiri kuda yang ditunggangi oleh sang bangsawan (di Negeri Selatan tidak ada Kuda yang Bisa Berbicara) lalu Shasta mengajaknya berbicara. Betapa terkejutnya Shasta mendapati kuda sang bangsawan adalah Kuda yang Bisa Berbicara yang berasal dari Negeri Utara, Negeri Narnia. Nama kuda itu adalah Bree. Mereka berdua akhirnya melarikan diri. Diperjalanan menuju Narnia mereka dipertemukan oleh Aravis dan Hwin oleh Aslan. Diceritakan bahwa Aravis adalah Putri Carlomen yang hendak dinikahkan, padahal usianya masih sangat belia. Karena menentang pernikahan paksa ini maka Aravis melarikan diri dengan Hwin, kuda kesayangannya yang ternyata adalah Kuda yang Bisa Berbica yang juga berasal dari Narnia. Kedua kuda itu, Bree dan Hwin, memiliki cerita yang sama. Mereka ditanggkap oleh bangsa Selatan saat masih kecil dan berpura-pura menjadi kuda yang tak bisa berbicara. Pelarian mereka sampai pada titik mereka harus melewati Ibu Kota Calormen, Tashbaan. Mereka berempat berpura-pura sebagai budak yang membawa kuda majikannya. Namun mereka dikejutkan dengan ditangkapnya Shasta oleh Raja Edmund dan Ratu Susan, Raja dan Ratu Narnia. Raja dan Ratu Narnia mengira Shasta adalah Pangeran Corin, Pangeran Archenland. Dengan kebingungan yang sangat mendalam Shasta terpisah dengan ketiga temannya dan mengikuti Raja dan Ratu Narnia. Dan tak sengaja Shasta mendengar rencana pelarian Raja dan Ratu Narnia dari Tashbaan untuk mencegah perkawinan paksa dari Ratu Susan dengan anak Tisroc, Rabadash. Shasta akhirnya dapat berpisah dengan Raja dan Ratu Narnia setelah Pangeran Corin kembali. Sedangkan cerita berbeda dialami oleh Aravis. Aravis bertemu temannya dan ia meminta bantuan untuk melarikan diri dari Ibu Kota Calormen itu. Bree dan Hwin lebih dulu dikirim menuju tempat pertemuan yang telah mereka sepakati sebelumnya, dimana Shasta telah menunggu. Aravis berencana melarikan diri melalui istana, namun Aravis menemukan dirinya terjebak di dalam ruangan bersama dengan Tisroc, Rabadash dan penasihat kerajaan. Ia mendengar rencana penyerangan Archenland dan Narnia saat dalam keadaan damai dan tanpa pemberitahuan. Setelah pembicaraan itu selesai Aravis bergabung kembali dengan ketiga temannya lalu melanjutkan perjalanan. Mereka berkuda dengan sangat cepat karena berniat memberitahu Archenland tentang penyerangan yang akan dilakukan oleh Calormen. Ditengah perjalanan, Aslan membatu mempercepat lari kuda yang telah sangat lelah setelah melewati padang pasir. Padahal tentara Calormen berada tepat di belakang. Aslan mengejar dan melukai bahu Aravis. Akhirnya Shasta sendiri berlari menuju Archenland dan memperingati Raja Lune, Raja Archenland tentang penyerangan Calormen. Kerajaan Archenland dapat mempertahankan kerajaannya saat Calormen datang menyerang. Sedangkan Shasta melanjutkan perjalanan seorang diri ke Narnia. Dan tanpa diduga ia bertemu Pangeran Corin dan pasukan Narnia yang akan bertempur membantu Archenland. Pertempuran berlangsung dan Calormen dapat dikalahkan. Setelah itu diketahui bawha Shasta adalah Pangeran Cor. Ternyata Corin dan Cor adalah saudara kembar. Raja Lune menceritakan bawha saat Cor dan Corin masih bayi mereka dibawa ke Centaurus tua dan ia mengatakan bawha Cor akan menyelamatkan Archenland suatu hari (ia telah melakukan penyelamatan itu). Mendengar hal itu, seorang penghianat berencana menyingkirkan Cor dengan menculiknya. Setelahnya diketahui Cor ditemukan oleh nelayan yang dulu ia pikir adalah ayahnya. Akhirnya Pangeran Cor menjadi Raja Archenland setelah Raja Lune tiada dan ia menikah dengan Aravis. Pangeran Corin sangat senang karena ia tidak perlu menjadi raja, ia dijuluki Pangeran Cor si Tinju Petir. Bree dan Hwin kembali ke Narnia.

Begitulah ceritanya :) gue suka banget akhir ceritanya dimana Shasta ternyata saudara kembar Pangeran Corin. Beda banget dengan semua cerita narnia, buku ini lebih 'buku anak-anak' menurut gue. Dan gue suka buku anak-anak hahaha. Sayangnya buku ini tidak di filmnkan. Kalo di filmin pasti seru deh. Ga sabar nunggu film Narnia 4. Kayaknya sih narnia 4 judulnya, The Chronicles of Narnia: The Silver Chair. Mmm akan ngepost tentang cerita The Silver Chair suatu hari nanti. Yang harus diketahui adalah Eustace menjadi pemeran utama di film itu. Padahal Eustace kurang ganteng (maaf) di narnia 3. well, I hope he'll be more handsome lol.